Link seperti example.com/?utm_source=fb&utm_campaign=test tidak akan berarti apa-apa seminggu kemudian, saat Anda punya empat puluh iklan di lima kampanye. Link yang diisi sendiri oleh platform dengan ID kampanye, iklan, dan placement mengubah setiap klik menjadi baris laporan. Mari kita bahas cara menyusun parameter UTM dan makro untuk sumber traffic utama.
Apa itu parameter UTM
Parameter UTM adalah lima parameter standar yang berasal dari analitik web dan dipahami hampir semua sistem pencatatan:
| Parameter | Yang dijelaskan | Contoh nilai |
|---|---|---|
utm_source |
Sumber traffic | facebook, google, tiktok |
utm_medium |
Jenis traffic | cpc, cpm, push |
utm_campaign |
Kampanye | nutra_de_q4 atau ID kampanye |
utm_content |
Iklan, kreatif | creo_14 |
utm_term |
Kata kunci | {keyword} |
Contoh link dengan UTM:
https://example.com/?utm_source=facebook&utm_medium=cpc&utm_campaign=nutra_de&utm_content=creo_14
UTM praktis, tetapi statis: jika utm_content=creo_14 ditulis manual, lalu iklan disalin dan labelnya lupa diubah, seluruh statistik kreatif jadi kacau. Karena itu di affiliate marketing UTM hampir selalu dikombinasikan dengan makro.
Apa itu makro dan parameter dinamis
Makro (parameter dinamis) adalah placeholder di link yang diganti platform iklan dengan nilai nyata saat klik terjadi. Anda menulis {campaignid}, dan pengunjung datang dengan campaignid=19283746. Nilainya diambil dari kampanye itu sendiri, sehingga tidak mungkin salah saat menyalin iklan.
Setiap platform punya sintaks sendiri, dan inilah sumber kesalahan utama.
Makro Facebook (Meta Ads)
Kurung kurawal ganda. Ditulis di kolom «Parameter URL» pada iklan.
| Makro | Yang diisikan |
|---|---|
{{campaign.id}} |
ID kampanye |
{{adset.id}} |
ID ad set |
{{ad.id}} |
ID iklan |
{{campaign.name}}, {{adset.name}}, {{ad.name}} |
Nama |
{{placement}} |
Placement |
{{site_source_name}} |
Platform: Facebook, Instagram, Audience Network |
utm_source=fb&utm_campaign={{campaign.id}}&utm_content={{ad.id}}&sub3={{adset.id}}&sub4={{placement}}
Nomor klik fbclid ditambahkan Facebook sendiri, tidak perlu ditulis. Cara makro Meta bekerja bersama Conversions API dibahas di artikel tracking Facebook Ads: makro, fbclid, CAPI.
Parameter ValueTrack Google Ads
Kurung kurawal tunggal. Diatur di template pelacakan atau di akhiran URL akhir.
| Parameter | Yang diisikan |
|---|---|
{campaignid} |
ID kampanye |
{adgroupid} |
ID grup iklan |
{creative} |
ID iklan |
{keyword} |
Kata kunci |
{matchtype} |
Jenis pencocokan |
{network} |
Jaringan: penelusuran, Display, YouTube |
{device} |
Jenis perangkat |
{placement} |
Situs di Jaringan Display |
utm_source=google&utm_campaign={campaignid}&utm_content={creative}&utm_term={keyword}&sub4={network}
gclid ditambahkan otomatis jika penandaan otomatis aktif. Template pelacakan dan konversi offline dibahas di artikel cara melacak Google Ads.
Makro TikTok Ads
Garis bawah ganda di kedua sisi.
| Makro | Yang diisikan |
|---|---|
__CAMPAIGN_ID__ |
ID kampanye |
__AID__ |
ID grup iklan |
__CID__ |
ID iklan |
__CAMPAIGN_NAME__ |
Nama kampanye |
__PLACEMENT__ |
Placement |
utm_source=tiktok&utm_campaign=__CAMPAIGN_ID__&sub2=__AID__&utm_content=__CID__
Tentang ttclid dan Events API, baca artikel tracking TikTok Ads.
Makro Yandex Direct
Kurung kurawal tunggal, tetapi dengan nama berbeda. Relevan jika Anda membeli traffic dari Yandex untuk GEO berbahasa Rusia.
| Makro | Yang diisikan |
|---|---|
{campaign_id} |
ID kampanye |
{ad_id} |
ID iklan |
{gbid} |
ID grup |
{keyword} |
Frasa kunci |
{source_type} |
Jenis placement: pencarian atau jaringan |
{source} |
Situs di jaringan |
{device_type} |
Jenis perangkat |
Nomor klik yclid ditambahkan Direct sendiri. Tentang arti nomor-nomor ini dan kegunaannya, baca artikel fbclid, gclid, ttclid, yclid.
Push, pop, dan native
Jaringan traffic push dan pop serta jaringan native biasanya punya makro zona (placement), kampanye, kreatif, dan harga klik. Misalnya {zoneid}, {campaignid}, {cost}; nama pastinya cek di dokumentasi jaringan. Mengirim placement di native dan push sangat penting: dari situlah Anda akan mematikan situs sampah. Selengkapnya di artikel tentang traffic push dan pop dan iklan native di affiliate marketing.
Cara menyusun link iklan untuk tracker
Link yang baik menjawab empat pertanyaan: dari mana, kampanye apa, iklan apa, berapa harga kliknya (jika platform menyediakannya).
Urutan langkahnya:
- Ambil alamat dari tracker atau cloaker, bukan alamat offer langsung.
- Tambahkan parameter sumber: kampanye, grup, iklan, placement.
- Tambahkan label Anda sendiri: media buyer, versi funnel, GEO, hal-hal yang tidak diketahui platform.
- Tambahkan harga jika platform mengisinya:
cost={cost}atau sejenisnya. - Cek alamat akhirnya: klik iklan di pratinjau dan lihat apa yang masuk ke log klik.
Contoh link akhir untuk Facebook:
https://example.com/?utm_source=fb&utm_campaign={{campaign.id}}&utm_content={{ad.id}}&sub3={{adset.id}}&sub4={{placement}}&sub5=anna
Tips. Jangan isi label dengan nilai yang terlalu jelas seperti
utm_campaign=keto_pills. Link dilihat spy tool dan siapa pun yang menerimanya: dari label yang jelas, funnel paling mudah ditiru. Pakai ID atau kode netral, dan simpan artinya di tracker.
Kesalahan saat memakai makro
Sintaks platform lain. Template dari Google disalin ke Facebook, dan di laporan alih-alih ID kampanye tertulis {campaignid}. Setiap platform punya sintaksnya sendiri.
Label di alamat situs, bukan di kolom parameter. Di Facebook dan Google sebaiknya parameter ditulis di kolom khusus: dengan begitu platform menggabungkan alamat dengan benar dan tidak merusaknya dengan tanda tanya.
Dua ? di link. example.com/?a=1?b=2: parameter kedua tidak akan terbaca. Setelah ? pertama, parameter hanya dipisahkan dengan &.
Spasi dan huruf non-Latin di nilai. Nama kampanye dengan spasi akan datang dalam bentuk terenkode. Jika memakai {{campaign.name}}, beri nama kampanye dengan huruf Latin tanpa spasi.
Satu template untuk semua kampanye tanpa dicek. Parameter disalin dari kampanye lama ke yang baru, padahal di kampanye baru jenis iklannya berbeda dan sebagian makro tidak didukung. Cek setiap kampanye baru minimal dengan satu klik.
Nilai manual yang tidak pernah diperbarui. utm_content=creo_14 ditulis manual, iklan diduplikasi sepuluh kali, dan kesepuluh salinannya menulis «creo_14» ke laporan. Di mana platform bisa mengisi ID, biarkan platform yang mengisinya.
Terlalu banyak label yang tidak perlu. Link panjang dengan selusin UTM yang diteruskan ke offer bisa membocorkan sumber ke jaringan afiliasi atau situs tujuan. Yang tidak perlu sebaiknya dibuang dalam perjalanan ke offer.
Skema label untuk tim
Saat beberapa media buyer bekerja di satu akun, pelabelan tanpa aturan bersama cepat menjadi kacau: yang satu menaruh kampanye di utm_campaign, yang lain di sub1, yang ketiga di nama flow. Laporan untuk seluruh tim tidak bisa lagi disusun. Sepakati skemanya sejak awal.
| Parameter | Isinya | Google Ads | TikTok | |
|---|---|---|---|---|
utm_source |
Platform | fb |
google |
tiktok |
utm_campaign |
ID kampanye | {{campaign.id}} |
{campaignid} |
__CAMPAIGN_ID__ |
sub2 |
ID grup | {{adset.id}} |
{adgroupid} |
__AID__ |
utm_content |
ID iklan | {{ad.id}} |
{creative} |
__CID__ |
sub3 |
Placement | {{placement}} |
{placement} |
__PLACEMENT__ |
sub4 |
Media buyer | manual | manual | manual |
Inti tabel ini: data dengan arti yang sama disimpan di parameter yang sama di semua platform. Dengan begitu laporan «per iklan» dibangun dengan satu rincian utm_content, apa pun sumbernya.
Nama atau ID?
Platform bisa mengisi ID maupun nama kampanye. Masing-masing ada harganya:
- ID stabil, tanpa spasi, dan tidak berarti apa-apa bagi orang luar, tetapi di laporan Anda melihat
120211875, bukan «Jerman, wanita 35+»; - nama langsung terbaca, tetapi berubah saat diganti, bisa berisi spasi dan huruf non-Latin, dan membuka makna kampanye bagi siapa pun yang melihat link.
Kompromi yang praktis: kirim ID, dan simpan nama di platform serta di tracker, dicocokkan berdasarkan nomor.
Cara mengecek pelabelan sebelum peluncuran
- Klik iklan yang sudah tayang (pratinjau hanya cocok jika platform mengisi makro di dalamnya).
- Lihat alamat tempat Anda mendarat: semua makro harus sudah diganti nilai.
- Cari kunjungan itu di log tracker dan pastikan nilainya masuk ke kolom yang tepat.
- Jika di suatu tempat tersisa
{{ad.id}}atau__CID__secara harfiah, cari salah ketik atau kolom yang tidak didukung.
Makro tracker dan makro platform tidak sama
Dalam satu funnel ada dua jenis makro, dan keduanya mudah tertukar:
- makro platform diisi di link iklan saat klik:
{{ad.id}},{gclid},__CID__; - makro tracker diisi di link offer saat pengunjung diteruskan:
{click_id},{geo},{sub1}.
Jenis ketiga adalah makro jaringan afiliasi di alamat postback: {sub1}, {status}, {payout}. Pembahasan rincinya ada di artikel tentang postback S2S.
Parameter UTM dan makro di ArtisanClo
Di ArtisanClo pelabelan link dimulai dari sumber trafik. Ada sekitar 180 template platform siap pakai: di dalam template sudah tertulis parameternya (kata kunci, harga, mata uang, nomor klik platform, kreatif, kampanye, placement) dan label Sub ID tanpa batas jumlah. Jika platform tidak ada di template, bisa ditambahkan lewat pencarian. Katalog platform yang didukung ada di halaman sumber traffic.
Saat Anda memilih sumber di langkah pertama flow, parameter dan Sub ID-nya disusun menjadi label kampanye, dan dari situ dibentuk link iklan flow. Di langkah «Tracker» (pada mode dengan tracker), nilai parameter untuk flow tertentu bisa diubah dan Sub ID sendiri bisa ditambahkan: baris seperti sub1 = {sub_id_1}. Flow baru tanpa sumber langsung punya sub1–sub30.
Jika platform mengirim harga klik di link, pilih model harga «Dari link» dan tentukan parameternya, misalnya cost={cost}, maka biaya dihitung untuk setiap klik.
Dalam perjalanan ke offer, label bisa ditulis ulang di blok «Parameter tautan offer»: diganti namanya (fbclid → sub1), diisi nilai dengan makro (aff_id = {click_id}), atau dibuang (utm_source) agar label platform tidak terkirim ke jaringan afiliasi. Di log klik dan di White Page, label tetap seperti saat datang.
Label sub1–sub10 kemudian tersedia di tabel «Keuangan per rincian», sisanya di pembuat laporan. Untuk native, dokumentasi menyarankan mengirim nomor placement ke label, misalnya sub1={zoneid}, dan mematikan langsung di jaringan placement yang hampir seluruhnya dipotong filter.
Kesimpulan
Parameter UTM menetapkan skema umum, makro platform mengisinya dengan ID yang akurat, dan tracker mengubahnya menjadi laporan. Tulis makro dengan sintaks platform Anda, pakai satu skema label untuk seluruh tim, dan cek alamat akhirnya dengan klik sungguhan. Bagaimana label ini membantu menghubungkan klik dengan konversi, baca artikel click ID dan Sub ID, dan kenapa semua ini dibutuhkan, baca materi tracker untuk affiliate marketing.



