Native Ads dalam Affiliate Marketing: Filter, Placement dan Tracking di Taboola, Outbrain dan MGID

Native ads memberi volume dan klik murah, tapi yang Anda bayar bukan network-nya, melainkan ratusan situs publisher dengan kualitas berbeda. Kami bahas cara menemukan placement sampah di native ads, menyaring bot dan menghitung uang per widget.

Platform Iklan10 menit baca
Native Ads dalam Affiliate Marketing: Filter, Placement dan Tracking di Taboola, Outbrain dan MGID
Daftar isi
  1. Apa itu native ads dan jaringan teaser
  2. Kenapa kualitas placement di native ads sangat beragam
  3. ID placement lewat makro: tanpa ini native ads tidak bisa dioptimasi
  4. Blacklist dan whitelist placement
  5. Bot di native ads: cara menyaringnya
  6. Bagaimana di ArtisanClo
  7. Tracking native ads: dari klik sampai ROI per placement
  8. Aturan network: kreatif dan landing
  9. Kesalahan umum di native ads
  10. Ringkasan

Di iklan bertarget biasa Anda membeli audiens dari satu platform. Di native ads — dari ratusan situs independen yang tergabung dalam network dan menjual tempat untuk widget rekomendasi. Network mengambil kreatif Anda dan menampilkannya di situs berita, portal hiburan, blog dan aplikasi. Karena itu tugas utama affiliate di native ads bukan memilih audiens, tapi memilih placement: menyaring situs yang lemah dan menambah budget di situs yang kuat.

Apa itu native ads dan jaringan teaser

Native ads adalah iklan yang tampil menyatu dengan isi halaman. Paling sering berupa blok «Rekomendasi» atau «Mungkin Anda tertarik» di bawah artikel: gambar, judul, kadang nama brand. Pengguna mengklik seperti membuka artikel lain dan masuk ke pre-lander atau landing Anda.

Jaringan teaser adalah format yang secara historis serumpun: blok pendek «teaser» dengan gambar mencolok dan judul yang memancing rasa penasaran. Saat ini batasnya kabur: network yang sama menjual native yang rapi maupun teaser yang agresif, bedanya ada di aturan kreatif dan di situs mana Anda tampil.

Pemain besar berbeda dalam audiens dan ketatnya aturan:

Network Kekhasan Penanda klik di link
Taboola Media besar, moderasi kreatif dan landing yang ketat tblci
Outbrain Media premium, syarat kualitas konten ob_click_id
MGID Jangkauan luas, banyak GEO dan format tidak punya penanda sendiri

Detail masing-masing ada di halaman Taboola, Outbrain dan MGID di katalog sumber trafik.

Pembelian umumnya dengan CPC — per klik. Anda menetapkan bid, network menayangkan iklan di semua situs tempat bid itu menang. Dari sini muncul kekhasan utamanya: hasil rata-rata kampanye terdiri dari placement yang sangat berbeda, dan satu situs buruk dengan volume besar bisa memakan profit dari sepuluh situs bagus.

Kenapa kualitas placement di native ads sangat beragam

Network berkepentingan pada volume: makin banyak situs tergabung, makin banyak tayangan yang dijual. Pemilik situs berkepentingan pada klik: ia dibayar bagian dari bid Anda. Dari sini muncul beberapa masalah umum.

  • Klik tidak sengaja. Widget berada rapat dengan konten, di ponsel mudah tersentuh jari saat menggulir. Pengunjung seperti ini meninggalkan landing dalam sedetik.
  • Kunjungan termotivasi dan dibeli. Sebagian situs membeli trafik lebih murah daripada harga jual kliknya ke network, dan trafik itu bisa berisi apa saja: popunder, redirect, klik dari network lain.
  • Kunjungan otomatis. Skrip, auto-refresh halaman, bot yang «membaca» situs sekaligus mengklik widget. Kadang ini fraud sengaja dari pemilik situs, kadang trafik parasit yang ia sendiri tidak tahu.
  • Situs sekali pakai. Placement muncul di network, mengumpulkan uang seminggu, lalu hilang atau ganti ID.
  • Pemeriksaan. Network dan mitranya mengecek landing, dan spy tool mengumpulkan kreatif serta halaman Anda. Kunjungan ini juga datang sebagai klik.

Semua ini berarti «trafik native» bukan satu besaran. Kreatif yang sama di satu situs menghasilkan profit, di situs lain nol konversi dari seribu klik. Cara membedakan kunjungan asli dari otomasi secara umum dibahas di ciri-ciri trafik bot, dan cara mengecek trafik lapis demi lapis di cara menilai kualitas trafik.

ID placement lewat makro: tanpa ini native ads tidak bisa dioptimasi

Setiap native network bisa menyisipkan data tayangan ke link Anda lewat makro — template dalam kurung kurawal yang diganti network dengan nilai nyata saat klik. Nilai terpenting adalah ID placement: situs, widget atau zona tempat iklan tayang.

Nama makro berbeda di setiap network: ada {site}, {widget_id}, {site_id}, {publisher} atau {zoneid}. Daftar pastinya ada di bantuan network. Selain placement, berguna juga meneruskan:

  • ID kampanye dan ID kreatif — untuk melihat iklan mana yang bekerja di situs mana;
  • harga klik — agar biaya dihitung per kunjungan;
  • click ID network — untuk mengirim konversi kembali ke network.

Contoh link untuk kampanye native (nama makro hanya contoh, cocokkan dengan network Anda):

https://landing-anda.com/?sub1={site_id}&sub2={campaign_id}&sub3={creative_id}&cost={cpc}&ext_id={click_id}

Di sini sub1 membawa placement, sub2 dan sub3 — kampanye dan kreatif, cost — harga klik, ext_id — nomor klik network untuk postback. Prinsip umum label dibahas di artikel UTM dan makro platform iklan, dan hubungan nomor klik di click ID dan sub ID.

Tips. Tetapkan skema permanen: placement selalu di sub1, kreatif selalu di sub3. Dengan begitu laporan dari network dan kampanye berbeda terbaca sama, dan Anda tidak bingung label mana berisi apa.

Blacklist dan whitelist placement

Tuas optimasi utama di native ads adalah blacklist placement: daftar situs atau widget tempat kampanye tidak lagi tayang. Blacklist dikelola di dashboard network itu sendiri, dan hanya di sana ia menghemat uang: selama placement ada di kampanye, Anda membayar kliknya, apa pun yang terjadi di sisi Anda.

Cara menyusun blacklist tanpa menipu diri sendiri:

  1. Kumpulkan statistik. Placement dengan dua puluh klik tanpa konversi belum membuktikan apa pun. Putuskan untuk situs yang jumlah kliknya sudah sebanding dengan harga konversi Anda dibagi bid.
  2. Lihat uang, bukan klik. Bandingkan biaya dan pendapatan per placement. Klik murah di situs yang tidak berkonversi lebih mahal daripada klik mahal yang menghasilkan lead.
  3. Perhitungkan porsi bot. Jika di sebuah placement filter menyaring hampir semua trafik sebagai otomatis, itu sinyal kuat: tidak ada gunanya membayar kliknya, meski beberapa kunjungan lolos.
  4. Cek konversi tertunda. Di native, jalan menuju pembelian bisa panjang. Jangan blokir placement di hari yang sama jika offer punya hold atau konversi datang belakangan.
  5. Pindahkan placement bagus ke whitelist. Kampanye terpisah dengan daftar situs terbukti dan bid lebih tinggi adalah cara klasik scaling di native. Cara lain ada di scale up kampanye iklan: vertikal dan horizontal.

Sisi sebaliknya adalah whitelist: kampanye yang hanya tayang di placement yang dipilih sebelumnya. Ia memberi stabilitas, tapi membatasi volume, jadi biasanya paralel dijalankan juga kampanye «pengintai» di trafik luas dengan blacklist ketat.

Bot di native ads: cara menyaringnya

Filter di native punya dua tugas. Pertama — tidak meloloskan otomasi ke offer, karena merusak statistik affiliate network dan menimbulkan kecurigaan fraud. Kedua — mendapat gambaran jujur per placement: berapa dari kliknya yang berasal dari manusia.

Tanda yang bekerja di trafik native:

  • Jaringan data center dan kunjungan tanpa provider. Pembaca situs berita masuk dari internet rumah atau seluler. Klik dari alamat cloud hosting hampir selalu program. Detailnya di artikel tentang VPN, proxy dan IP data center.
  • Tidak ada JavaScript. Parser sederhana tidak menjalankan skrip, dan pemeriksaan JS wajib menyaringnya.
  • Tanda otomasi browser. Bot yang lebih canggih berjalan di browser sungguhan tanpa jendela, tapi meninggalkan jejak: tanda dikendalikan program dan sidik jari browser yang tidak cocok dengan perangkat nyata.
  • Klik berulang dari satu alamat. Di native, satu pembaca dikejar widget yang sama di halaman berbeda, jadi beberapa klik per IP itu wajar, tapi puluhan — tidak.
  • Klik pertama setelah peluncuran. Kampanye baru pertama-tama mengumpulkan pemeriksaan dari network, mitranya dan spy tool.

Pendekatan umum filter dibahas di cara menyaring trafik bot di iklan. Di native penting untuk tidak berlebihan: filter ketat yang memotong setiap kunjungan dari browser bawaan aplikasi juga akan membuang pembaca asli yang membuka berita di aplikasi media.

Bagaimana di ArtisanClo

Di ArtisanClo ada preset proteksi platform «Native dan push» untuk native ads. Preset ini dipasang oleh sumber trafik yang dipilih di langkah pertama flow: saat membuat sumber, pilih template network — Taboola, Outbrain, MGID atau lainnya — maka parameter placement terurai ke label kampanye, dan proteksi di langkah kedua menyesuaikan dengan native.

Parameter Nilai untuk native Kenapa
Blokir tanpa ISP Aktif Kunjungan tanpa provider biasanya dari server
Pemanasan 100 klik Kunjungan pertama kampanye baru lebih sering pemeriksaan
JS wajib Ya Bot sederhana tersandung di skrip
Klik dari satu IP per hari (tingkat «Seimbang») 5 Native banyak menayangkan ulang ke orang yang sama

Pemanasan dan batas klik per IP tersedia mulai paket Professional dan di masa uji coba. Di atasnya dipilih keketatan: «Lunak», «Seimbang» atau «Ketat». Untuk sebagian besar kampanye native, titik awalnya «Seimbang».

Yang sangat berguna khusus di native:

  • Laporan per placement. Teruskan ID situs atau widget ke label kampanye, misalnya sub1={site_id}, lalu buka tabel «Keuangan per rincian» di «Laporan» untuk label tersebut. Untuk setiap placement terlihat klik, konversi, pendapatan, biaya dan ROI. Placement yang hampir seluruhnya disaring filter sebaiknya dimatikan di network — dengan begitu Anda berhenti membayarnya.
  • Harga klik dari link. Model «Dari link» mengambil harga yang disisipkan network lewat makro, dan biaya dihitung per klik yang sampai ke offer.
  • Alasan untuk setiap kunjungan. Di log klik terlihat kenapa kunjungan masuk ke White Page: «Jaringan berisiko tinggi», «Terlalu banyak klik dari satu IP», «Program, bukan browser» dan puluhan alasan lain.
  • Daftar bot bersama. Alamat yang tertangkap dengan yakin sebagai bot atau pemeriksa di klien layanan mana pun langsung mendapat White Page juga di flow Anda.
  • Shield berdasarkan penanda klik. Shield hanya meloloskan ke offer pengunjung yang membawa penanda klik iklan: untuk Taboola itu tblci, untuk Outbrain — ob_click_id. MGID tidak punya penanda klik sendiri, jadi shield tidak cocok untuknya.
  • Umpan balik ke network. Di kartu sumber diatur postback ke sumber: network menerima nomor kliknya dan status konversi, sehingga bisa mengoptimasi tayangan berdasarkan hasil Anda.

Dalam resep per platform, untuk native disarankan integrasi file PHP di server Anda, offer dalam mode «Redirect» atau «Memuat». Tag JS juga berfungsi. Situs dan halaman tetap milik Anda.

Tracking native ads: dari klik sampai ROI per placement

Skema minimum yang wajib agar native bisa dioptimasi:

  1. Link dengan makro — placement, kampanye, kreatif, harga klik dan click ID network.
  2. Meneruskan nomor klik ke affiliate network. Click ID Anda masuk ke parameter link afiliasi, misalnya sub1 atau aff_sub.
  3. Postback dari affiliate network. Network melaporkan lead atau penjualan berdasarkan nomor ini — cara mengaturnya ada di artikel postback dalam affiliate marketing.
  4. Postback ke native network. Konversi dikirim kembali ke network, dan algoritmanya mulai mengutamakan placement yang berkonversi.
  5. Laporan per placement. Keputusan blacklist dan bid diambil dari profit tiap placement, bukan dari rata-rata kampanye.

Profitabilitas sebaiknya dihitung di satu tempat yang menyatukan biaya dari link dan pendapatan dari postback. Rumus dan kesalahan umum ada di cara menghitung profit dan ROI.

Tips. Jangan ubah bid, kreatif dan blacklist sekaligus. Jika setelah perubahan profit naik, Anda tidak akan tahu apa yang berhasil. Ubah satu tuas setiap kali.

Aturan network: kreatif dan landing

Native network besar memoderasi iklan dan halaman tujuannya. Persyaratannya berbeda-beda dan rutin berubah, jadi cocokkan dengan bantuan network sebelum peluncuran. Kesamaannya:

  • judul tidak boleh menjanjikan hal yang tidak ada di halaman;
  • gambar tanpa konten mengejutkan dan tanpa meniru notifikasi sistem;
  • landing harus sesuai dengan iklan dalam tema dan isi;
  • untuk kategori terbatas — keuangan, kesehatan, judi — dibutuhkan izin dan disclaimer.

Sebelum masuk ke network baru, baca aturannya secara utuh, dan untuk kategori terbatas siapkan izin serta teks disclaimer lebih dulu.

Kesalahan umum di native ads

  • Optimasi per kampanye secara keseluruhan. ROI rata-rata menyembunyikan placement yang untung dan yang rugi. Keputusan diambil per situs.
  • Blacklist terlalu dini. Placement diblokir setelah dua puluh klik, padahal secara statistik itu belum berarti apa-apa.
  • Tidak ada ID placement di link. Tanpa makro placement, laporan per situs mustahil disusun, dan tidak bisa dipulihkan belakangan.
  • Filter terlalu ketat. Pass rate tinggi di native bukan masalah dengan sendirinya. Waspadalah jika hampir tidak ada yang sampai ke offer: artinya aturan memotong manusia bersama bot.
  • Tidak ada postback balik ke network. Algoritma network mengoptimasi berdasarkan klik, bukan konversi, dan terus mengirim trafik ke placement lemah.

Ringkasan

Native ads adalah pasar ratusan placement, bukan satu audiens. Teruskan ID situs atau widget ke label, saring otomasi, satukan biaya dan pendapatan di satu laporan, dan ambil keputusan per placement: blokir yang rugi di network dan pindahkan yang untung ke whitelist terpisah. Logika serupa berlaku di format tetangga — tentang itu di artikel trafik push dan pop.

Pertanyaan yang sering diajukan

01

Apa beda native ads dan iklan teaser?

Teaser adalah blok pendek yang mudah diklik dengan gambar dan judul, sering kali mencolok. Native ads dibuat menyatu dengan isi situs: terlihat seperti rekomendasi artikel di blok «Mungkin Anda tertarik». Secara teknis keduanya dibeli di network yang sama per klik, bedanya lebih pada gaya penyajian dan persyaratan kreatif.

02

Berapa budget untuk tes di native network?

Tergantung bid dan GEO, tapi aturannya satu: budget harus cukup agar statistik terkumpul dari beberapa puluh placement, bukan dua atau tiga. Lebih baik menguji di daftar GEO yang sempit dan satu offer daripada menyebar dana ke seluruh dunia.

03

Apa itu whitelist placement di native ads?

Daftar situs atau widget tempat kampanye sudah terbukti profit. Budget dipindahkan ke sana untuk scaling tanpa membeli ulang seluruh trafik network. Whitelist disusun dari laporan per ID placement setelah tes pertama.

04

Kenapa bounce rate di native ads tinggi sekali?

Klik di widget sering tidak disengaja: orang menggulir artikel dan jarinya menyentuh blok rekomendasi. Ditambah lagi sebagian trafik adalah kunjungan otomatis dari situs berkualitas rendah. Karena itu di native lebih penting melihat konversi dan pendapatan per placement daripada bounce rate keseluruhan.

05

Bisakah menjalankan native ads tanpa tracker?

Menjalankan bisa, tapi mengoptimasi hampir mustahil: di dashboard network Anda melihat klik dan biaya per placement, sedangkan konversi hanya jika Anda mengatur pengiriman balik. Tanpa click ID dan postback, Anda tidak akan tahu situs mana yang menghasilkan uang.

Baca juga

Lihat trafik Anda yang sebenarnya

Hubungkan ArtisanClo ke situs Anda, lihat siapa yang benar-benar datang dari iklan, dan mengapa setiap klik mendapat keputusannya.